senyum hatinya

Hatinya masih tetap tersenyum..

Gema adzan itu tetap begitu riuh, seriuh cemoohan baginya

Tapi ia tetap tersenyum, bahkan bibirnya pun tersenyum

Tak ada kata sanggahan dari bibirnya dibiarkannya waktu yang melindunginya

dan tentu TUHAN nya

Hatinya tetap tersenyum…

Meskipun lukanya tak kunjung terobati

Karena belahan hatinya pun tak sanggup mengobatinya

Tapi hatinya tetap tersnyum.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 326 other followers