setumpuk cerita untuk sahabat

satu..dua..tiga kata yang terkadang susah untuk dikeluarkan…

saat bicara bukan menjadi suatu solusi yang diambil..

dan tulisan sering mampu membuat kita terlepas sejenak…

untuk kemudian kembali melangkah

menjalani semua perjalanan dan keseharian

Pergi

Dipandanginya sekali lagi wajah kekasihnya…

Sekilas ia tak percaya…didepannya adalah wajah seseorang yg pernah begitu dirindu sekaligus dibencinya waktu itu.

Tak mampu ia tahan tangisnya dalam hati.  Lihat..apa yg ku lakukan saat ini.  Diraihnya tangan didepannya, diusapnya perlahan. Diyakinkannya sendiri getar itu memang ada. Diletakkannya kembali tangan itu.

Ya..aku harus pergi bisiknya dalam hati.

Lihat apa yang kulakukan..bisiknya lagi…

Aku tidak boleh patah untuk kesekian kalinya…

Dipalingkan wajahnya cepat dan berbalik. Ya…aku akan pergi.  Biarkan semua kembali..dengan rinduku walaupun kali ini tanpa benci. Karena semua akan tetap kujaga, dalam hati ku saja pikirnya lagi…seolah menenangkan dirinya sendiri.

Berlari..

 

Tegar

Ia menarik nafasnya dalam dalam..

Natal datang lagi bisiknya dalam hati. Ditatapnya langit, tak ditemukan TUHAN nya disana tentu.Betapa dia merindukan pelukan.  Pelukan orang tuanya..dan..hey..sekali didapatinya lagi perasaan itu..kosong.  Orang tua yang mana pikirnya.

Begitu banyak panggilan mama dia berikan kepada setiap ibu yang begitu baik padanya, dan papa pada semua bapak yang begitu memperhatikannya.  Tapi ada satu sisi dalam hatinya yang tak terisi. Kerinduannya pada ibunya sendiri, ayahnya sendiri.

Dibuangnya perasaan itu jauh jauh, tapi air matanya mendahuluinya. Kenapa perasaan itu tiba tiba membuatnya begitu terjatuh ? Dicobanya untuk tetap berdiri dan akhirnya dia tertunduk…aku kalah pikirnya. Ditatapnya langit sekali lagi mencari gambaranNYA.  Ada suara setengah berbisik ditelinganya, kau kalahkan ini bepuluh tahun..kau serahkan semua saat ini ?  Air matanya deras..tidak jawabnya.

Biarkan ku lunglai sesaat, biarkan air mataku deras mengalir membanjiriku…tapi tidak..aku akan berdiri lagi dan berlari kedepan membawanya semua. Semua. Untuk kutumpahkan pada anak anak ku, sehingga mereka bisa merasakan kasih yang pernah menjadi mimpiku..

Dihapusnya semua air matanya..dan dia kembali berlalu dalam hari harinya..

Kecup

Semburat merah membias di pipinya..ia sangat malu. Dibuangnya jauh jauh gemetar dlm hatinya. Dipalingkannya wajahnya agar tak tertangkap hasratnya.
Hey…kemana kebraniannya..kemana semua semangatnya..kenapa tiba tiba terbang begitu saja..
Dibelainya lembut kekasihnya,tenangkan hatinya sendiri. Biarlah begini,biarlah tersimpan. Sorai itu sangat riuh dihatinya..tapi dia hrs tetap tenang….krn ia ingin memiliki saat spt ini selamanya.

Rindu

Hey…
Ada sesuatu yg tiba tiba dia rasakan. Rindu. Yah…itu rindu. Dan itu spt menyesakkan dada nya.
Sesaat bibirnya terbuka dan kata itu hampir terlompat,ditelannya kembali. Biarlah. Biar disimpannya kembali rapat rapat.
Yah…itu rindu.

Disini

Hei..sapanya pd sang hari.  Kau ada lg hari ini? Tak bisa kutahan semuanya. Marahku..bahkan bahagiaku.
Hei..sapanya lagi pd sang hari.  Kapan kau tinggal aku? Kapan kau akan biarkan aku? Biarkan hanyut terlebih dahulu aku dlm ceritanya.
Hei…sapanya terakhir pd si malam..akan kau biarkan aku tertidur dan hangat dipeluk mimpi? Baiklah..aku akan diam..diam dan menunggunya. Disini..ya disini..

Biarlah…

Hatinya sedikit terisi. Senyumnya sedikit tertinggal di hatinya hari hari ini. Terkadang semua itu membuatnya tersenyum, tp seringkali jg gentar.
Ah…biarlah berlalu..biarlah semua begini. Ia tak mau kehilangan cerita itu,tak mau jg kehilangan harinya. Biarlah begini, di tebas gentarnya dgn keyakinan..biarlah.

Rasa…

Hatinya sedikit tergetar. Puisi itu bukan untuknya pikirnya lagi. Tapi itu berarti ada orang lain disisi sebelah sana.
Tak ada air mata..tak ada luka yg tertinggal…tak ada amarah diujung lidah nya. Biarlah…aku masih punya cukup tenaga unt pergi menjauh.
Tapi adakah yg bisa mengangkat sedih  ini..teriaknya dlm hari.

senyum hatinya

Hatinya masih tetap tersenyum..

Gema adzan itu tetap begitu riuh, seriuh cemoohan baginya

Tapi ia tetap tersenyum, bahkan bibirnya pun tersenyum

Tak ada kata sanggahan dari bibirnya dibiarkannya waktu yang melindunginya

dan tentu TUHAN nya

Hatinya tetap tersenyum…

Meskipun lukanya tak kunjung terobati

Karena belahan hatinya pun tak sanggup mengobatinya

Tapi hatinya tetap tersnyum.

jiwa

Langkahnya terasa ringan sekali..seringan hatinya yang berjalan bersamanya kini.

Diingatnya sekilas pertengkarannya .dengan gadis kecilnya semalam. Hhmm..seakan tak mau mersakan sakitnya lagi, cepat cepat diusirnya ingatan itu.  Tak pernah dirasakannya sakit dan takut sebesar yang ia rasakan semalam. Sekilas diingatnya saat gadisnya berkemas untuk meninggalkannya karena marah.  Ingin rasanya ia bersimpuh memohon untuk tidak ditinggalkannya.

Air matanya mengalir hebat merasakan kesakitannya karena rasa takut kehilangannya. Karena hanya gadis itu satu satunya hal terindah yang ia miliki.  Karena hanya ialah satu satunya alasan untuk terus menapaki hidupnya.

Perlahan dikebasnya bayangan itu. Dirasakannya usapan lembut dijemarinya.  Gadisnya masih melangkah bersamanya..masih menggenggam erat tangannya..seolah menjanjikan untuk tetap berada disampingnya.

Ditengoknya sekali lagi gadisnya yang berada disebelahnya, lalu bersimpuh bersama dan berdoa..trimakasih TUHAN, karena Engkau telah menyempurnakan cinta kami..

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 313 other followers